Senyum1
Corat Coret

Apa Susahnya Kita Senyum

0 275

Salah satu keagungan ajaran islam adalah anjuran tentang senyuman. Banyak sekali hadits-hadits yang menjelaskan tentang keutamaan senyuman, terutama jika dilihat dari aspek sosiologis, psikologis, medis, kepribadian, dan lain-lain. Sehingga banyak para ulama’ penulis hadits yang membuat bab tersendiri tentang keutamaan senyuman.

Senyuman merupakan salah satu bekal dalam kita hidup bermasyarakat berbangsa dan bernegara. Ketika kita tidak berkecukupan untuk melapangkan saudara-saudara kita dengan harta, maka sebagai alternatif terbaiknya dengan senyuman yang tulus dan akhlak yang baik. Diantaranya dijelaskan dalam sebuah hadits Rasulullah saw bersabda:

أنكم لن تسعون الناس بأموالكم فليسعهم منكم بسط الوجه وحسن الخلق

Artinya: “Sesungguhnya kamu semua tidak akan mampu sepenuhnya melapangkan manusia dengan harta-hartamu, maka lapangkanlah mereka dengan keluasan wajah (senyuman) dan akhlaq yang baik”

Senyum merupakan kebaikan (ibadah) yang kadang kita tidak merasa atau bahkan tidak mengetahui tentang manfaat dari senyuman itu. Padahal senyuman merupkan kebaikan yang berpahala dan tidak sia-sia. Dalam hadits lain beliau bersabda:

لا تحقرن من المعروف شيئاً ولو أن تلقى أخاك بوجه طليق  رواه الحاكم والبيهقي في شعب الإيمان

Artinya: “Janganlah kalian meremehkan sekecil apapun kebaikan, walaupun bertemu dengan saudaramu dengan wajah berseri-seri” (HR. Hakim dan Baihaqi).

Hadits di atas juga diriwayatkan oleh Imam Muslim. Tersenyum merupakan salah satu cara yang paling mudah untuk mengurangi stres, efek positif terhadap kesehatan, menambah teman, memperbanyak relasi, dan yang terpenting adalah bagian dari ibadah yang berpahala.

Seperti diketahui dalam sebuah refrensi medis menjelaskan, dibutuhkan lebih sedikit otot wajah untuk membuat seseorang tersenyum dibanding cemberut. Beberapa ahli menyatakan dibutuhkan 43 otot untuk cemberut dan hanya 17 otot untuk tersenyum. Namun beberapa lainnya menyebutkan dibutuhkan 62 otot untuk cemberut dan hanya 26 otot untuk tersenyum.

Tersenyum terhadap saudara kita adalah kesejukan, seperti kesejukan embun membasahi dedaunan, senyum adalah obat penawar bagi hati-hati yang bersedih, pemberi semangat bagi jiwa-jiwa yang lesu, jangan sampai kita memandang enteng amal ini. Senyum juga merupakan shadakah. Sebagaimana sabda Rasulullah saw:

قال صلى الله عليه وسلم تبسمك في وجه أخيك صدقة

Artinya: “Senyumanmu di hadapan saudaramu adalah shadakah…”. (HR. Turmudzi)

Apa susahnya kalau kita senyum. Tinggal menarik bibir kita sedikit kekanan dan kekiri saja itu adalah kunci di mana kita melambangkan kedamaian secara jasmani dan rohani. Dan yang terpenting senyum itu bukan hanya di wajah kita, tetapi benar-benar senyuman dari hati yang dilakukan karena ingin mendapat ridha Allah swt. Semoga kita diberikan kekuatan untuk mengaplikasikan ibadah yang ringan tapi besar manfaatnya ini sehingga menjadi salah satu penyebab kita mendapat ridha Allah swt.

Allahu A’lam
Oleh: Syamsul Arifin. Malang, 18 Juni 2013

Related Posts

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pengunjung

Halaman

Open all | Close all