Aku 27 Agustus 2015Sejarah Berdirinya Al Madinah Malang

Tonggak berdirinya Al Madinah Malang ini berawal dari sebuah keprihatinan tentang situasi kondisi zaman yang semakin kacau, moral bangsa kian rancu, kontaminasi budaya, pengidolaan yang salah terutama kalangan muda seakan mengalir tanpa ada rasa siapa dan seperti apa yang patut dijadikan idola. Agama seakan-akan hanya di musholla dan masjid setelah itu ditanggalkan begitu saja. Dan pada akhirnya melenyapkan akal fikirnya tentang agama dan pembawa agama islam yaitu manusia sempurna Rasulullah saw.

Begitu juga ketika melihat di beberapa tempat, banyak hiburan-hiburan yang sifatnya hanya berfoya-foya dan hampir tidak mendidik bahkan dihawatirkan menjadi sebab munculnya berapa tindaka-tindakan yang menjerumuskan. Disamping itu banyak para warga saat ada hajat seperti resepsi pernikahan, resepsi khitan, bersih desa, dan acara-acara tertentu yang mendatangkan hiburan yang hampir bahayanya lebih besar dari manfaatnya.

Disisi lain nampak sering terjadi pengkotak-kotakan massa atau golongan yang sebetulnya seakidah namun dibuat layaknya berbeda dan saling menjatuhkan, maka atas dasar keperihatinan demi menentramkan keadaan dan membentengi dekadensi moral yang semakin merajalela terutama generasi muda Islam khususnya, digagaslah suatu wadah yang pada mulanya diadakan di rumah Ust. Syamsul Arifin, S.Pd.I (perintis/pemilik) sebuah acara pengajian kecil-kecilan dengan merekrut remaja-remaja sekitar. Selanjutnya membaca shalawat bersama untuk memupuk kecintaan kepada Allah dan Rasullah saw, dan terus menerus dilakukan sampai terbentuklah Al Madinah Malang ini.

Berawal dari keperihatinan tersebut, dengan maunah Allah swt, pada tahun 2010 maka kami beli alat banjari dua buah dan 1 calti dan 1 dumbuk yang dibeli di Pengerajin rebana bapak Pur di Tunggulwulung Malang. Dengan alat seadanya tersebuat kita pake untuk job pertama penampilan di Mall Araya dalam acara Bazar Ramadhan. Dari situlah, ibarat air yang mengalir dengan lancar sehingga banyak rekan takmir masjid, famili, dan kenalan sehingga banyak yang mendengar secara alami “getuk tular” dan mengundang kami. Dan banjari inilah yang menjadi cikal bakal berdirinya Al Madinah Malang.

Seiring perjalanan tersebut, saat perjalanan albanjari mulai lancar maka timbul keinginan untuk meningkaykan performa dengan menambah alat improfisasi instrument, dan musik gambus zafin menjadi pandangan kami dengan beberapa pertimbangan: 1) Gambus zafin merupakan puncak musik religi dan hiburan para santri 2). Melihat udah mulai berkurangnya peminat gambus zafin 3). Gambus zafin jika dimaksimalkan dapat diterima di semua kalangan dan lapisan masyarakat. Atas pertimbangan tersebut, maka tahun 2011 dibelilah alat gambus seperti Oud (gitar gambus), Violin, Keyboard, Guitar Bass, sound control dan lain-lain dengan menghabiskan dana sekitar 35-40 Juta dengan menjual mobil starlet putih yang pendiri dapat dari mengangsur dengan susah payah hingga jadilah musik Gambus Arabian Full instrumen dengan fariasinya, sehingga pada tahun 2013 kami dipercaya seorang Produser (MF Production) yang juga bersal dari Malang untuk membuat Album sampai album-album kesekian. Alhamdulillah bini’matihi tatimmusshalihat.

Dengan latar belakang tersebut Al Madinah Malang berasal dari Kota Malang jadilah salah satu wadah syiar serta dakwah dan juga menyediakan hiburan bernuansa Islami (Gambus Zafin, Arabian Musik, Shalawat Albanjari, dll), terbentuknya wadah tersebut maksud kami setidaknya meminimalisir dari kecendrungan generasi kita terhadap hiburan dan budaya liberalis, kapitalis, matrealis, hedonis yang efek negatifnya dapat menggerus nilai karakter anak bangsa.

Adapun unggulan dari Al Madinah Malang ialah program GAMBUS BERDAKWAH yaitu menampilkan ceramah agama dengan santun, lembut, menyenangkan diiringi dengan musik gambus zafin yang menggembirakan. Selain itu juga kami menyediakan jasa EO (event organizer religion) untuk membantu melancarkan acara-acara keagamaan baik formal maupun non formal, kami menyediakan paket acara lengkap seperti:

– MC (Master of Ceremony)

– Pembaca Ayat Suci al-Qu’an

– Penceramah Ceria Menyejukkan

– Hiburan (Gambus Zafin, Shalawat, dll)

– Dokumentasi Foto, Shoting

– Sound Sistem

– Panggung Terop

– Produvtion House (PH), Home Recording dll.

Adapun di antara kegiatan rutin Al Madinah Malang adalah Majlis Ta’lim dan shalawat yang dilakukan di basecamp Al Madinah Malang minimal 1-2 kali dalam satu minggu sebagai salah satu benteng pertahanan keimanan kita dalam rangka dakwah serta syiar Islam. Nafa’anallahu fiddini waddunya wal akhiroh.

 

 

Malang, 01 September 2015

Pimpinan Al Madinah Malang,

 

 

Ust. Syamsul Arifin, S.Pd.I

Pengunjung

Halaman